Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Desember 2010

Di Dumai, Makhluk Jejadian Ini Kebal Senjata

Warga Kota Dumai, Riau, khususnya yang berada di Kecamatan Medang Kampai, digemparkan dengan munculnya makhluk jadi-jadian, dengan wujud yang beragam.

Seorang warga Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Irda, pada Rabu (8/12/2010), mengatakan, wujud makhluk jadi-jadian tersebut terkadang berupa babi, harimau, dan manusia dengan pakaian jubah serbahitam.

Ia mengatakan, makhluk jadi-jadian tersebut mulai muncul sejak Jumat (3/12/2010) dengan wujud babi dan harimau yang hampir saja melukai beberapa warga di sana.

"Setelah wujud dua hewan itu pada hari berikutnya, Sabtu, warga kembali dikejutkan dengan munculnya dua pria berpakaian serba hitam. Dua pria misterius itu berusaha menculik dua anak warga di Kelurahan Pelintung," tuturnya.

Setelah peristiwa itu, Iwan, warga Pelintung, mengatakan, pada hari Minggu, warga kembali digemparkan dengan munculnya seekor anjing berwarna kuning keemasan yang masuk ke dalam rumah salah seorang warga.

"Anjing tersebut kebal terhadap benda tajam. Waktu kami hujani sama parang, kapak, dan kami pukuli kayu, dia tidak mempan dan justru berusaha melawan," ucapnya.

Namun, pada akhirnya seorang dukun atau paranormal yang tinggal di sekitar wilayah kelurahan memberi petunjuk bahwa anjing tersebut hanya dapat dibunuh dengan menggunakan bambu kuning.

"Kami kemudian mengikuti petunjuk dukun tersebut, dan benar, setelah kami hujani dengan bambu kuning, anjing itu dapat dibunuh," ungkapnya.

Sejak rentetan kejadian janggal itu, dikatakan Sani, juga warga Pelintung, masyarakat di empat kelurahan di Kecamatan Medang Kampai, yaitu Kelurahan Guntung, Mundam, Teluk Makmur, dan Kelurahan Pelintung, berinisiatif untuk berjaga-jaga khususnya pada malam hingga dini hari.

"Setiap malam sejak peristiwa janggal itu, pada jam 7 (pukul 19.00 WIB) sampai jam 5 subuh (pukul 05.00 WIB), ratusan warga per kelurahan berjaga-jaga mengawasi keberadaan makhluk jadi-jadian itu. Ya, seperti subuh ini," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan sejak Selasa sekitar pukul 21.00 WIB hingga Rabu pukul 04.00 WIB, warga Kecamatan Medang Kampai yang jumlahnya mencapai ribuan orang terus berjaga-jaga.

Rata-rata dari mereka melengkapi diri dengan berbagai jenis senjata tajam, mulai dari parang, celurit, kapak, dan bambu runcing.

Mereka juga membentuk tim di setiap kelurahan. Untuk di Kelurahan Guntung, ada sekitar 300 warga yang didominasi oleh kaum pria dewasa.

Mereka berinisiatif menjaga setiap persimpangan yang sering dilintasi kendaraan.

Mereka juga memeriksa setiap orang tak dikenal yang masuk keluar wilayah permukiman.

Sementara itu, di Kelurahan Mundam sedikitnya ada 400 warga yang berjaga-jaga di berbagai pintu gerbang kompleks perumahan.

Selain berjaga-jaga, mereka juga berkeliling kampung dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Untuk di Kelurahan Teluk Makmur dan Pelintung, lebih dari seribu warga yang merupakan kaum pria dan wanita dewasa terus mengelilingi perkampungan.

Mereka juga menyisir sejumlah wilayah perkebunan kelapa sawit dan semak belukar yang ada di sekitar.

Pada penyisiran perkebunan dan semak belukar tersebut sejumlah warga juga mengaku

menemukan beberapa jejak aneh yang diduga bekas tumpuan makhluk jadi-jadian tersebut.

Sumber : http://kompas.com

Minggu, 07 November 2010

ADA TULISAN “ALLAH” PADA BAYI ANEH KAKI DEMPET”


Tanjungsamak-Rangsang, Kisah Bayi aneh kaki dempet yang dilahirkan seorang oleh seorang ibu Yanti 20 th dengan pasangannya Atan 25 th, pada Sabtu, 06 Nopember 2010 di Desa Tanjungsamak Kec. Rangsang lalu, berakhir dengan hembusan nafasnya terakhir pada pukul  21.20 WIB setelah mendapat rawatan sementara lebih kurang 9 jam di  Puskesmas Tanjungsamak dan langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk dikebumikan. Namun Allah SWT tetap menunjukkan kekuasaanNya kapanpun waktunya dan di manapun tempatnya, temasuk pada bayi yang dilahirkan dengan kaki dempet tersebut.
Bayi kali dempet itu terdapat Tulisan “ALLAH” pada telingga sebelah kirinya, itulah bukti kekuasaan Allah SWT dan semua itu terjadi hanya karenaNya. “INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUUN”

Sabtu, 06 November 2010

“BAYI ANEH LAHIR TANPA ALAT KELAMIN DENGAN KAKI DEMPET SEPERTI IKAN”

Tanjungsamak-Rangsang, “SUBHANALLAH”  itulah lafaz yang dikeluarkan semua orang yang melihat Sijabang Bayi (Istilah nama bayi yang baru dilahirkan) yang dilahirkan seorang ibu yang bernama yanti, 20 tahun   di kediamannya Jl. Wonosari Rw. 04 Desa Tanjungsamak Kec. Rangsang Kab. Kepulauan Meranti, hari Sabtu, 06 Nopember 2010 tepat pukul 11.37 WIB dibantu oleh seorang bidan Puskesmas Tanjungsamak Eka Handarini dengan didampingi suaminya Atan 25 tahun. Yanti melahirkan seorang bayi yang kurang sempurna dengan berat badan 1,3 Kg, karena lahir dalam kondisi tidak sempurna oleh bidan Puskesmas  Tanjungsamak langsun g dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Tanjungsamak Kec. Rangsang untuk mendapatkan perawatan. Di Puskesmas Tanjungsamak langsung ditangani oleh Dokter Umum Puskesmas, karena di Puskesmas Tanjungsamak tidak memiliki Dokter Spesialis anak. Menurut Dokter Umum Puskesmas Tanjungsamak bernama dr. Prima anak Yanti kondisinya sangat memprihatinkan, dilahirkan tanpa alat kelamin dan lubang anus dan kedua kakinya dempet, denyut jantungnya pun tidak normal dan harus dirujuk ke Rumah Sakit atau dokter spesialis.
Sejak dirawat di Puskesmas Tanjungsamak Kec. Rangsang, si bayi tanpa alat kelamin dan lubang anus dengan kedua kakinya dempet tersebut hanya  dengan pernapasan bantu  oksigen dan hanya dibalut dengan popok untuk menambah kehangatan. Menurut Awek, petugas yang merawat, seharusnya bayi tersebut harus didalam box Inkubator.
Selanjutnya menurut pihak keluarga, yang diwakili oleh Simpai (nama Panggilan), kemungkinan besar bayi tersebut besok minggu pagi akan dibaya ke RSUD  Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk perawatan lebih lanjut sebagaimana anjuran dokter Puskesmas Tanjungsamak Kec. Rangsang.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Setubuhi Hewan Selama 12 Tahun


Telegraph
Ilustrasi
Terlalu! Itulah ungkapan untuk kebiasaan buruk Jaime Pires (68). Warga Portugal tersebut memiliki hobi menyetubuhi hewan ternak. Jaime Pires pun dijuluki "Jaime Domba" oleh warga kampungnya di Proenca-a-Velha, Portugal, karena keranjingan. Suatu kali, Jaime kabur dari kampungnya karena warga sekitar sudah muak.
Namun, sial bagi Jaime. Saat kembali ke kampung halamannya, ia lagi-lagi tergoda ketika melihat keledai betina bernama Russo milik Jose Gomes Pinto (55).
Tanpa pikir panjang, Jaime pun langsung "membidik" binatang yang mirip kuda kecil itu di kandang pemiliknya. Aksi bejat itu kemudian diketahui Pinto, pemilik keledai.
Karena jengkel dan sudah mengetahui tabiat buruk Jaime, Pinto pun emosi dan langsung membunuh Pires dengan pisau cukur.
Pires tewas bersimbah darah. Kala melakukan hubungan itu, laki-laki ini mengenakan pakaian dalam perempuan dan bersandal.
Masalah pencabulan terhadap binatang ini terungkap saat Jose Gomes Pinto, si peternak keledai itu, mengungkapkan hal tersebut di persidangan atas tuduhan pembunuhan terhadap Jaime.
Pinto berdalih, ia membunuh demi membela binatang dari keberingasan dan perilaku bejat Jaime.
Di persidangan, beberapa warga membenarkan bahwa Pires memang dikenal dengan kebiasaan tadi. Hobi Pires ini sudah berlangsung sejak 12 tahun silam. Ia sering tepergok melakukan hal itu dengan ayam, domba, keledai atau hewan lain, sebagaimana dilaporkan media Inggris, The Sun edisi 29 Oktober.
Sementara itu, Wali Kota Proenca-a-Velha Francisco Silva mengatakan, pembunuhan itu sangat menyedihkan. Walau begitu, Wali Kota juga heran mengapa ada pria yang keranjingan terhadap binatang.


SUMBER :tribunnews.com

Jumat, 20 Agustus 2010

Massa Dua Pulau Tuntut Hentikan Aktivitas HTI

SELATPANJANG  - Ratusan masyarakat dari dua pulau di Kabupaten Kepulauan Meranti, yakni Pulau Padang dan Pulau Rangsang mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Massa yang tergabung dalam Sentral Gerakan Rakyat Riau (Segera), menyampaikan tiga tuntutan terkait izin Hutan Tanaman Industri (HTI) di kabupaten termuda di Provinsi Riau tersebut.

Aksi mereka diawali dengan berjalan kaki mendatangi kantor DPRD Kepulauan Meranti dengan membawa atribut spanduk dan bendera serta umbul-umbul. Dari pelabuhan Camat, Selatpanjang, menuju kantor wakil rakyat tersebut. Diketahui juga sebelumnya sebelum mereka berlabuh dengan menggunakan sebanyak lima kapal pompong berukuran besar.

 ‘’Kami meminta opersional tiga perusahaan HTI di Meranti dapat dihentikan dari sekarang, dan itu harga mati. Kemudian Sebanyak delapan orang masyarakat Tanjung Kedabu yang saat ini diperiksa oleh Polres Bengkalis kami minta penangguhan penanganan kasus sampai persoalan HTI ini selesai. Terkait Penerimaan Tenaga kerja oleh PT Kondur di Pulau Padang, dapat memprioritaskan tenaga tempatan,’’ teriak M Ridwan, selaku orator dalam unjuk rasa tersebut.

Di DPRD, mereka disambut oleh Wakil Ketua DPRD M Tofikurrahman SPd MSi bersama sepuluh anggota dewan lainnya. Sebanyak 15 orang perwakilan massa diajak berdialog. Selain anggota dewan dari pihak Pemkab terlihat hadir Assisten I Faturrahman SH dan Kabag Tapem Nuriman.

Diketahui juga aksi yang dilakukan ini merupakan aksi lanjutan 26 Juli 2010 lalu, dan lanjutan aksi yang dilakukan akhir pekan lalu (14/8) di Desa Tanjung Kedabu. Dalam orasi mereka menilai tidak ada kerja konkrit yang dilakukan pihak legislatif dalam merespon tuntutan masyarakat soal penolakan HTI PT SRL, PT LUM serta tuntutan terhadap PT Kondur Petrolium SA.

Dikatakan oleh Ketua Komisi II, yang beberapa waktu lalu melakukan kunjungan ke pusat untuk menemui Kemenhut mengatakan, bahwa yang mempunyai wewenang untuk mencabut izin yang diterbitkan oleh Kemenhut adalah mereka sendiri. ‘’Kita tidak berwenang untuk mencabut izin HTI di Meranti. Namun kita telah menjalankan sesuai dengan tugas, dan tanggung jawab kita yakni telah direkomendasikan semua aspirasi kepada Direktur Bina Pengembangan, Kemenhut, dr Ir Bedjan Santosi MSi,’’ ungkap Rubi Handoko.

Di dalam ruang sidang DPRD Meranti, sempat terjadi perdebatan dan ketegangan yang panjang, antara perwakilan pengunjuk rasa dan pihak DPRD Meranti. Pihak Pengunjuk rasa tidak akan beranjak dari tempatnya jika, tuntutan yang menjadi harga mati mereka tidak dikabulkan oleh Dewan.

Menganggapi semua tuntutan tersebut, Diputuskan oleh Wakil Ketua DPRD Meranti M Tofikurrohman, yang akan menyurati untuk menghentikan operasional perusahaan HTI di Meranti. Kemudian, untuk memanggil PT Kondur, pihaknya akan memanggil dengan dead line satu pekan ke depan. Kemudian terhadap tuntutan ketiga, dewan meminta pihak pengunjuk rasa menyurati dewan secara resmi sebelum dilayangkan surat ke Polres Bengkalis.

‘’Surat ini berperihal sangat penting. Isinya, DPRD Meranti merekomendasikan agar sejumlah perusahaan ini segera mengehentikan operasionalnya sementara mulai tertanggal surat,’’ ujar Tofikurrohman SPd MSi.

Unjuk rasa tanpa aksi anarkis itu mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian Polsek Tebing Tinggi. Tampak Kapolsek Tebing Tinggi AKP Suratman didampingi Kanit Reskrim Ipda Agus dan Kamit Intel, Edi Purnomo, dan Kanit BKO lantas, Aguslan.

sumber : Riaupos

Selasa, 17 Agustus 2010

Detik-detik di Kec. Rangsang Cukup Hikmat

Tanjungsamak, Rangsang. Peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945, di Kecamatan Rangsang telah dilaksanakan dengan seksama dan cukup hikmad tepat pukul 10.00 WIB  walaupun dalam suasana bulan Ramadhan yang diikuti oleh semua elemen, baik unsur Pemerintah, TNI dan Polri, PNS, Para Guru PNS maupun Non PNS, Para siswa sekolah swasta dan Sekolah Negeri yaitu SMA 1 Tanjungsamak,  siswa SMP  1, Siswa Madrasah  Aliah (MA), MTs Raudhotul Hidayah Tanjungsmak, serta siswa-siswi Sekolah Dasar (SD). wulaupun dalam keadaan puasa antusias masyarakat masih cukup tinggi untuk mengikuti Upacara tersebut, sebagai Inspektur Upacara Camat Rangsang Khairul Azmi. S.Sos yang baru menjabat menjadi Camat Rangsang  06 Agustus 2010 kemaren. Sebelum detik-detik Peringatan dimulai, Inspektur Upacara membacakan sambutan tertulis Gubernur Riau, dalam sambutan tesebut disampaikan bahwa bangsa Indonesia, khususnya Riau harus mempererat persatuan dan kesatuan dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan pemulihan reformasi tahap kedua.Tek Proklamasi dibacakan oleh Anggota DPRD Kab. Kep. Meranti H. Fauzi Hasan, SE.
Upacara tersebut diakhiri dengan pembacaan do'a oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Rangsang H. Junaidi, S.Ag.
Editor : L.Jun

Minggu, 25 Juli 2010

Honorer Tetap Akan Diangkat Jadi PNS

PEKANBARU - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) menginstruksikan kepada BKD kabupaten/kota untuk mendata kembali honorer yang tidak masuk data base.
Pendataan tersebut akan dilaksanakan pada Agustus mendatang guna menuntaskan pengangkatan honorer menjadi CPNS di lingkungan pemerintahan. Hal yang sama juga dilaksanakan di Provinsi Riau.

Kabar gembira ini terdapat pada Surat Edaran Menpan Nomor 5 tahun 2010 tanggal 28 Juni lalu. Rencana audit tersebut dikhususkan untuk honorer yang diangkat oleh Kepala BKD kabupaten/kota atau provinsi di tahun 2006 ke bawah. Setelah diaudit, mereka akan diangkat menjadi CPNS tanpa harus mengikuti proses seleksi seperti umumnya.

‘’Menpan sudah menginstruksikan dan kita juga meminta kepada seluruh kepala BKD untuk melakukan pendataan terhadap honorer yang tertinggal. Jadi dengan begitu tidak ada lagi honorer yang belum diangkat, sementara ke depan kita tidak akan membenarkan honorer lagi di lingkungan pemerintahan,’’ terang Kepala Regional XII BKN Pekanbaru, Dede Djunaedy kepada Riau Pos, Jumat (23/7) di Pekanbaru.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjawab keluhan beberapa honorer di Indonesia yang sempat komplain karena belum juga diangkat. Berdasarkan perhitungan, jika hal tersebut tercecer berarti jumlah honorer tersebut tidak terlalu besar. Karena hal ini mendesak, Dede mengharapkan pendataan yang diberikan waktu hingga akhir Agustus mendatang tuntas, namun jika tidak maka kemungkinan besar honorer formasi 2006 tidak akan diangkat menjadi PNS lagi.

Sementara itu, honorer yang berhak untuk diangkat harus memenuhi syarat. Di antaranya adalah diangkat oleh pejabat berwenang, sumber gaji berasal dari APBN atau APBD, usia pada 1 Januari 2006 paling rendah 19 tahun dan paling tinggi 46 tahun, tanggal 31 Desember mendatang minimal masa kerja sudah mencapai satu tahun secara terus-menerus di SKPD yang ada dan ini berlaku untuk yang bekerja di instansi pemerintah.

‘’Mereka akan diangkat pada penerimaan akan datang dan tanpa seleksi seperti penerimaan CPNS umum. Dengan begitu mereka akan tenang dan diharapkan dapat mempersiapkan data yang diperlukan,’’ terangnya.

Namun hal tersebut ternyata bukan hanya untuk honorer yang digaji APBD/APBN. Honorer non APBD/APBN juga mendapatan kesempatan yang sama. Hanya saja pendataan dilakukan lebih lama hingga Desember mendatang. Selain seluruh syarat sama dengan persyaratan honorer di atas, mereka harus menjalani seleksi CPNS sesuai dengan aturan. Hanya saja, mereka akan diseleksi hanya di dalam lingkungan mereka tanpa dicampur dengan umum.

Sementara itu, pada 25-26 Juli mendatang Menpan akan memberikan sosialisasi hal tersebut kepada Sekdaprov Riau, Kepala BKD Riau serta Kepala Inspektorat Riau di Bandung. Selain sosialisasi, juga akan diberikan kuota formasi CPNS yang akan datang kepada Riau. Untuk honorer tahun 2007 ke atas yang memang tidak akan mendapatkan kesempatan menjadi PNS akan diberikan kesempatan meningkat menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang akan dituangkan dalam PP dalam waktu dekat ini.(eko)

SUMBER :http://www.riaupos.com/new/berita.php?act=full&id=2468&kat=1

Jumat, 23 Juli 2010

DUA ALAT BERAT DIBAKAR MASSA

Tanjung Kedabu-RANGSANG, selama beroperasinya PT. SRL (Sumatra Riang Lestari) di beberapa desa di Kec. Rangsang Kab. Kepulauan Meranti Prov. Riau yang menjanjikan untuk mensejahterakan masyarakat dan menumbuhkan perekonomian masyarakat desa sekitar, dari awal operasinya tidak disetujui oleh masyarakat Kec. Rangsang karena menurut masyarakat kehadiran PT tersebut merugikan dan meresahkan masyarakat, seperti banyaknya lahan masyarakat yang dicaplok oleh PT. SRL tsb, hancurnya hutan alami, masyarakat tidak bisa membuka lahan baru, sulitnya mencari bahan baku kayu, merusak habitat yang ada di hutan Rangsang.
Dengan tidak diterimanya kehadiran PT. SRL itu Camat, Kepala Desa seRangsang, Tokoh Masyarakat dan LSM SAR (Suara Anak Rangsang) dipertemukan dengan pihak PT SRL yang di fasilitasi oleh Bupati Kepulauan Meranti namun dalam pertemuan itu terjadi perdebatan sengit sehingga tidak ada jalan keluar dari permasalahan tersebut karena PT. SRL itu telah mendapat izin dari Menteri Kehutanan RI. Namun masyarakat tetap menolak "menolak itu harga mati" sebagai disampaikan oleh Kamal ketua LSM Suara Anak Rangsang di hadapan pejabat Bupati. Sehingga Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tidak dapat berbuat banyak, hanya mengusulkan untuk peninjauan ulang izin tersebut kepada Menteri Kehutanan RI.
setelah hampir setahun berjalan. PT. SRL tersebut tetap beroperasi, namaun masyarakat tetap tidak menerima kehadirannya sehingga masyarakat tanjung Kedabu Kec. Rangsang menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kab. Kepulauan Meranti, namun tidak membuahkan hasil yang diharapkan, dengan alasan yang sama yaitu PT. tersebut telah memiliki izin Menteri Kehutanan RI, masyarakat tidak tahu kemana lagi mengadu hingga hilangnya kesabaran dan menyulut kemarahan masyarakat maka terjadilah peristiwa anarkis dari masyarakat terhadap PT. SRL pada kamis, 22 Juli 2010 sekitar jam 17.00 WIB yaitu dibakarnya dua alat berat milik PT. SRL. Sehingga alat tersebut gosong tak dapat difungsikan lagi. Tunggu berita selanjutnya........................